Lelaki A : dia seharusnya pergi bersamaku.
Dia : dia hanya akan pergi jika aku mengijinkannya
Lelaki A : lalu mengapa kau tak mengijinkannya?
Dia : karena itu bukan tugasnya. Itu tugasmu
Hening...
Lelaki A : aku akan memuat itu menjadi tugasnya
Dia : kalau begitu, kau akan berhadapan denganku
Aroma pertumpahan darah yang tajam. Dia maju tanpa ragu, kokoh seperti karang, menyediakan dadanya sebagai tameng.
Dia itulah, lelakiku.
Secuil Dialog yang Berserak di Benak
Friday, April 16, 2010








0 komentar:
Post a Comment